Para peminum kopi bermahzab manual brew adalah orang-orang yang secara sukarela dan sengaja menambah satu keribetan dalam hidupnya. Ketika kebanyakan orang ingin serba cepat –termasuk minum kopi– kaum ini malah menolak yang instan-instan. Menimbang kopi, menggiling pakai gilingan manual, merebus air, mencuci saringan kopi, menunggu 30 detik untuk blooming, lalu menuang air pelan-pelan, adalah prosedur ngopi golongan ini.

Ritual yang panjang dan alat yang banyak pada akhirnya menambah keribetan lain, terutama saat mereka harus berpergian ke luar kota. Sebagai peminum kopi fanatik, meninggalkan rumah bukan alasan untuk berhenti ngopi (menyeduh). Kalau perlu, aneka perintilan alat ngopi dibawa serta meski harus menambah beban tentengan. Karena belum tentu di kota tujuan ada tempat ngopi sesuai selera.

Beruntung, tidak semua alat ngopi ribet. Ada yang memang diciptakan untuk traveling. Apa saja alat-alat tersebut? Berikut kami ulaskan untuk Anda:

Espro Travel Press

Espro Travel Press pada dasarnya adalah alat seduh berjenis Frenchpress. Yang membuat alat ini istimewa adalah kemasannya yang berupa botol minum kedap udara dan tahan panas (semacam termos). Sesuai namanya, produk ini memang dirancang untuk dibawa jalan-jalan.

Cara membuat kopi pakai Espro ini juga mudah. Pertama, kopi yang sudah digiling dimasukkan ke tabung, disiram air panas, tunggu 3-4 menit, lalu saringannya ditekan. Kopi bisa langsung diminum atau dibiarkan saja. Beberapa kru ngopidikantor.com yang memiliki Espro pernah membuktikan, hasil seduhan yang disimpan di Espro tanpa dibuka-tutup bisa tahan panas hingga 5-6 jam.

Kelebihan lain Espro adalah keberadaan filter ganda yang mampu menahan serbuk kopi di dasar tabung. Sehingga, hasil seduhannya clean tanpa ampas, tidak seperti Frenchpress rumahan.Espro juga bisa ditambah filter kertas, caranya dijepit di antara kedua saringan kawat. Dengan penambahan filter ini, hasil seduhan bisa lebih bersih layaknya hasil seduhan dripper. Di sejumlah toko online harga jual produk ini sekitar Rp 600 ribu.

Sayangnya di Indonesia, filter kertas Espro Travel Press susah didapatkan. Begitu juga dengan spareparts lainnya. Kekurangan lain barang ini adalah kapasitasnya yang terlalu sedikit (sekitar 300 mililiter), sehingga Espro hanya cocok untuk pemakaian sendiri.

Penilaian Kami
Kualitas hasil seduhan : 8
Kemudahan penggunaan : 10
Kepraktisan : 10
Ketersediaan filter/sparepart: 3
Harga : 5
Daya pikat & estetika : 5

Aeropress

Alat ini bisa dibilang produk terpopuler di kalangan penikmat kopi seduh manual dalam dua tahun terakhir. Belum lengkap rasanya menjadi fanatik kopi tanpa punya alat ini. Kelebihan Aeropress adalah bentuk dan cara penggunaannya yang unik, plus kualitas hasil seduhan yang tak mengecewakan. Material plastik tahan panas yang digunakan pun membuat Aeropress enteng dibawa ke mana-mana.

Produsen Aeropress, Aerobie, melengkapi sejumlah perintilan dalam kemasan alat ini. Ada batang pengaduk, sendok takar kopi, wadah filter kertas, dan corong tatakan. Seluruh kelengkapan itu dibuat ringkas dan mudah disimpan dalam wadahnya yang seperti cepuk.

Idealnya, menyeduh memakai Aeropress memakai timbangan agar takaran air yang dikucurkan lebih presisi. Tapi di tabung Aeropress ada angka-angka indikator yang menunjukkan kapasitas air dan kopi, sehingga keberadaan timbangan tak terlalu esensial. Begitu juga dengan teko leher angsa yang lazim digunakan untuk metode pour over, tak dibutuhkan saat menyeduh pakai Aeropress. Air panas tinggal digerojok.

Meski terkesan sempurna, Aeropress juga punya kelemahan yakni pada kuantitas hasil seduhannya yang hanya cukup untuk 1-3 cangkir kecil. Pengguna juga harus berhati-hati memilih gelas atau wadah penyaji untuk menampung kopi dari Aeropress. Karena menggunakan sistem tekanan yang mengandalkan tenaga penyeduh, salah-salah wadah bisa retak dan pecah.

Penilaian Kami
Kualitas hasil seduhan : 9
Kemudahan penggunaan : 7
Kepraktisan : 7
Ketersediaan filter/sparepart: 8
Harga : 5
Daya pikat & estetika : 9

Cafflano Kompact

Dunia perngopian sangatlah dinamis. Banyak alat seduh jenis baru yang muncul dari ide-ide brilian para entrepreneur. Biasanya ide-ide itu dibagikan lewat situs Kickstarter untuk penggalangan modal produksi. Salah satu produk yang lahir dari proses itu adalah Cafflano.

Merek ini memang mendedikasikan diri sebagai produsen alat seduh portabel. Selain model Kompact, mereka juga punya Klassic yang berupa seperangkat V-dripper, grinder, dan teko dalam satu wadah. Lalu ada Kompresso, untuk membuat espresso. Varian terkahir belum masuk ke Indonesia.

Secara prinsip, Cafflano Kompact bekerja seperti Aeropress, yakni memanfaatkan tekanan udara untuk menyeduh kopi yang dikombinasikan dengan saringan. Bedanya, Kompact berbentuk seperti akordeon dan memakai filter berbahan metal. Secara tampilan, Kompact sangat atraktif dan menarik dilihat. Menyeduh memakai Kompact juga tak butuh teko leher angsa, timbangan, atau server khusus.

Tapi berdasarkan pengujian yang kami lakukan, Kompact mengingkari khitahnya sebagai alat menyeduh mobile. Ukurang Kompact memang kompak, tidak makan banyak tempat. Namun, keribetan muncul seusai menyeduh. Bentuk tabung yang berlipat-lipat membuat sisa bubuk kopi mudah tersangkut. Pembilasan harus dilakukan berkali-kali sampai bersih, sehingga malah boros air. Hasil seduhan alat ini juga biasa saja, tak secemerlang Aeropress. Harganya yang Rp 900 ribuan juga kami anggap kemahalan.

Penilaian Kami
Kualitas hasil seduhan : 6
Kemudahan penggunaan : 8
Kepraktisan : 6
Ketersediaan filter/sparepart: 5
Harga : 2
Daya pikat & estetika : 8

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *