voltaire.ox.ac.uk
Coffee Diary

Kafeinisme

Seperti apa rasanya minum kopi 40 cangkir per hari? Saya tak bisa membayangkan apa yang berkecamuk di tubuh para kafeinis. Ini istilah untuk para pecandu kronis kopi. Para peminum dalam jumlah “absurd” itu terancam mengalami apa yang disebut kafeinisme (caffeinism), sindrom akibat konsumsi kafein berlebihan. Gejalanya meliputi mual, pusing kepala, haus. jantung berdebar, hingga buang air kecil tak berkesudahan.

Di situs Quora, saya membaca cerita seorang mahasiswa kedokteran di sebuah universitas di India yang pernah minum 30 cangkir kopi sehari. Ia meminumnya dalam lima waktu, di masing-masing periode itu ia menenggak enam cangkir. Dampaknya? Seperti banteng dengan mata merah, mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas kuliah itu benar-benar terjaga sehari semalam. Tapi setelah itu ia merasakan ini: cemas, muntah, sakit perut, sakit kepala, rasa sakit di otot, nyeri di dada, bolak-balik ke kamar kecil dan mengalami halusinasi.

Untung saja nasibnya tak seapes Davis Cripe, remaja berumur 16 tahun dari Columbia, Amerika Serikat pada April lalu. Ia ambruk di ruang kelas dan sore harinya dinyatakan meninggal. Siang itu, ia memang membeli kopi latte di dekat sekolahnya. Tapi bukan hanya kopi, ia kemudian menenggak beberapa minuman berenergi yang memiliki kandungan kafein yang tinggi.

Otoritas kesehatan di kota itu menyatakan Cripe yang terlalu banyak mengkonsumsi kafein dalam dua jam mengalami arrhythmia atau irama jantung yang tidak normal. Tak semata jumlah kafein yang dikonsumsi, jarak waktu mengkonsumsi minuman itu disebut merupakan faktor utama yang telah membunuhnya. Ia minum bertubi-tubi kafein hanya dalam waktu dua jam!

Cerita nahas yang sama terjadi tiga tahun lalu. James Wade Sweat, 24 tahun, dari Georgia, Amerika Serikat, tewas karena mengkonsumsi kafein berkadar tinggi dalam sekali tenggak. Ia saat itu menawarkan dan sekaligus memamerkan alternatif “lebih sehat” dari diet soda, yaitu dengan mencampur langsung kafein dengan air. Pemuda naif itu tak tahu bahwa satu sendok kafein setara dengan kafein yang terkandung dalam 16-25 cangkir kopi.

Beberapa cerita itu tentu bukan untuk menakut-nakuti agar Anda menghentikan mengkonsumsi kopi. Ada banyak cerita lain tentang para kafeinis—peminum lebih dari 10 cangkir kopi sehari–yang kondisinya baik-baik saja. Mereka jauh melampaui batas aman dan menyehatkan minum kopi, seperti yang dilansir lembaga kredibel seperti Mayo Clinic, Stanford University bahkan lembaga pangan Uni Eropa. Batas aman itu adalah 400 miligram kafein atau sekitar 4-5 cangkir kopi sehari.

Salah satu yang membuat saya tercengang adalah kegilaan François-Marie Arouet, atau lebih dikenal dengan nama Voltaire, terhadap kopi. Voltaire adalah filsuf, sejarawan, dan penulis abad 18 Prancis yang menentang kemapanan gereja Katolik, penyuara kebebasan beragama, kebebasan berbicara, dan pemisahan gereja dan negara. Dia menulis lebih dari 20 ribu surat dan lebih dari 2.000 buku (termasuk karya drama, puisi, novel, esai, sejarah dan karya ilmiah), serta pamflet. Salah satu karya satirnya yang terkenal adalah Candide.

Voltaire disebut mengkonsumsi kopi 40-50 cangkir kopi sehari! Saya menghitung, jika dikurangi 6 jam waktu tidur sehari, berarti sang filsuf meminum kopi 2-3 cangkir per jam selama 18 jam. Apa tidak seperti gentong tuh perut sang pelopor revolusi Prancis itu? Akan berdampak seperti apa pula minuman yang 10 kali mengandung kafein dari batas normal yang direkomendasikan lembaga kesehatan dan penelitian itu terhadap tubuhnya?

Tak ada catatan tentang akibat dari kisah “percumbuan” Voltaire dengan kopi yang begitu menggebu itu. The Huffington Post yang menelusuri teks tentang kopi dari karya-karyanya cuma menemukan cerita bahwa ia penyuka kopi Turki (kopi yang dipanaskan dengan gula, mirip kopi Aceh) dan ia sering mencampur kopinya dengan cokelat. Ia juga sering mendapat peringatan dari dokternya bahwa kopi-kopi itu kelak akan membunuhnya. Nyatanya, Voltaire sanggup bertahan hidup hingga umur 83 tahun (1694-1778).

Kegilaan yang sama terjadi pada filsuf Denmark, Søren Kierkegaard (1813-1855). Ia memiliki 50 cangkir kopi yang berbeda. Dan setiap hendak menyeduh kopi, ia meminta sekretarisnya memilih cangkir kopi dan memberikan alasan filosofis terhadap pilihan cangkir itu.

Sedangkan Teddy Roosevelt, Presiden Amerika Serikat ke-26, disebut meminum kopi sekitar segalon sehari. Anak lelaki Roosevelt bahkan menyebut mug kopi ayahnya “lebih dalam dari bak mandi”.

Lalu di kalangan komposer, nama Johann Sebastian Bach dan Ludwig Van Beethoven juga masuk ke dalam jajaran pecandu kopi. Bach bahkan sampai menulis opera pendek tentang kopi. Komposer zaman Baroque itu menulis The Coffee Cantata pada 1732 sebagai protes terhadap anggapan masyarakat yang masih menyebut kopi sebagai minuman berbahaya. Di salah satu kutipan dari 10 babak opera itu, Bach menulis, “Tanpa kopi pagi, saya seperti potongan kambing panggang yang kering.”

Tapi di antara “para pencipta sejarah” itu tak ada yang “seedan” Honore de Balzac, penulis novel dan drama dari Prancis kelahiran 1799. Ia menyesap 80 cangkir kopi sehari! “Kopi meluncur ke dalam perutmu dan dengan cepat terjadi keributan di sana,” kata Balzacmengibaratkan. Balzac meninggal di usia 51 tahun. Tak ada catatan apakah kopi telah mengakhiri hidupnya. Ia disebut menghadapi masalah kesehatan sepanjang hidupnya.

Jumlah cangkir yang berbeda-beda itu memperlihatkan setiap orang memiliki kebiasaan minum kopi dengan kadar kafein masing-masing. Para ilmuwan juga menegaskan bahwa sulit untuk menentukan batas kafein maksimum yang boleh dikonsumsi per hari, karena pengaruhnya terhadap setiap orang berbeda-beda. Itu tergantung pada jenis kelamin, umur, berat badan, tingkat indeks kehidupan dan tingkat sensitivitas orang tersebut terhadap stimulan.

Memang riset medis Mayo Clinic menyebut konsumsi yang menyehatkan sebanyak 400 miligram kafein atau 4-5 cangkir sehari untuk orang dewasa. Sedangkan untuk remaja 12-18 tahun, American Academy of Pediatrics menyarankan mereka tidak mengkonsumsi lebih dari 100 miligram kafein per hari.

Dalam takaran ideal itu, kopi sangat bermanfaat bagi tubuh. Kopi mengandung antioksidan yang tinggi. Minuman ini juga bisa mengurangi gejala penyakit Parkinson, melindungi hati dari kemungkinan sirosis, mengurangi kemungkinan terkena kanker kulit, mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2, dan seabrek manfaat lainnya. Satu lagi: kopi bisa membuat Anda merasa lebih bahagia.

Namun, ihwal “kenekatan” minum berpuluh-puluh cangkir atau gelas itu, Quora mencatat bahwa dosis mematikan kafein mencapai sekitar 130 miligram/kilogram berat badan atau 90-100 gram jika berat badan Anda 70-80 kilogram. Jangan salah: 90-100 gram, bukan miligram. Ini berarti setara dengan minum 90-100 cangkir kopi! Para pecandu itu bakal luar biasa sibuk jika meminumnya dalam sehari.

Anda sanggup minum sebanyak itu? Saya sih masih punya akal waras.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *