Tips dan Alat

Mencari Ide Bisnis Kopi

Ignatius Boy Kurniawan, master barista lulusan Amerika Serikat yang juga konsultan bisnis kafe suatu ketika pernah berkata, “Mempelajari kopi itu ujung-ujungnya harus menghasilkan, sayang kalau hanya jadi hobi.” Ucapan anggota Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) itu, terus terang, sangat mengena kepada saya yang sedang panas-panasnya mengulik dunia kopi. Meski niat awal saya belajar soal kopi hanya sekadar bersenang-senang, tapi gara-gara Boy bilang begitu, saya jadi kepikiran untuk “menduitkan” –bahasa kerennya, monetisasi— hobi dan keahlian yang sedang saya tekuni ini.

Skill meracik kopi, kalau dilihat secara linier, mungkin hanya akan bermuara di bisnis kafe. Ilustrasinya begini: belajar barista lalu kerja di kafe orang, naik kelas ke Q-grader dan roaster, upgrade menjadi green buyer dan kurator, sampai akhirnya buka kafe sendiri. Kalau punya modal besar, bisa saja punya roastery dan kebun. Tapi (bisnis) perkopian bukanlah dunia yang hanya bisa dijalankan searah. Begitu banyak cabang yang bisa dipilih.

Sama seperti ujaran “ngopi enggak harus ngafe,” maka bisnis kopi juga tidak harus berujung membuka kafe. Usaha kopi bisa dimulai secara kecil-kecilan dengan modal sedikit, dan dalam bentuk bermacam-macam. Yang penting ada spirit do it yourself. Ada banyak usaha rintisan yang berkaitan dengan kopi, beberapa yang layak dicoba misalnya:

1. Jualan Cold Brew
Kalau Anda punya Instagram, coba di kolom pencarian masukan hashtag #coldbrew. Teliti hasil penelusurannya, coba hitung berapa banyak akun yang menawarkan produk kopi dingin. Banyak sekali. Memproduksi dan memasarkan cold brew adalah usaha rumahan yang relatif paling mudah dikerjakan. Tinggal belajar dan mencari resep enak, uji coba berkali-kali, mencari penjual botol plastik, membuat label, lalu mulailah produksi. Soal pemasaran, tinggal gembar-gembor di sosial media.

Salah satu penggagas #ngopidikantor, Aji Yuliarto, termasuk orang yang menjalankan bisnis ini. Dia memproduksi dan menjual produk cold brew bermerek Bon&Co seharga Rp 20 ribu perbotol ukuran 250 mililiter. Merek lain, ada yang bisa membanderol hingga Rp 40 ribuan. Dengan proses produksi yang tak serumit mendirikan sebuah kafe, bisnis ini menjanjikan keuntungan yang lumayan sebagai sampingan.

2. Bisnis Alat Kopi
Tren menyeduh manual memperbesar pasar produsen alat-alat kopi. Jika dulu mungkin konsumen mereka adalah pebisnis kafe, kini banyak orang yang rela mengeluarkan bujet lebih untuk beli alat kopi rumahan. Di Indonesia, penjual alat kopi juga tak sebanyak toko penjual perabotan dapur lain. Di Jakarta, mall yang di dalamnya ada toko khusus alat kopi hanya segelintir, kalaupun ada, paling menyatu dengan kafe.

Berbisnis alat kopi memang butuh modal agak besar. Tapi jika mau jadi reseller kecil-kecilan –seperti #ngopidirumah, ada beberapa toko khusus yang menyediakan aneka peralatan murah dengan harga grosir. Tantangan terbesar merintis bisnis ini adalah menjalin relasi dengan pemasok. Cara lain, Anda bisa mencari produsen alat kopi langsung ke negara lain (baca: Cina). Caranya tentu saja dengan bantuan internet. Marketplace untuk kebutuhan bisnis semacam ini sudah bertebaran di dunia maya.

3. Produksi Aksesori Berbau Kopi
Sejalan dengan makin banyaknya pehobi seduh manual, aneka produk yang berkaitan dengan kegemaran ini juga bakal jadi ladang uang. Ada beberapa printilan ngopi yang bisa diproduksi sendiri secara kecil-kecilan. Misalnya apron barista, tas penyimpanan alat-alat kopi, dudukan alat seduh (dripper station), sampai tetek-bengek merchandise berbau kopi semacam kaos, mug, pin, poster. Anda yang senang desain dan punya ide-ide cemerlang cocok menjalankan bisnis semacam ini. Apalagi belum banyak label clothing atau konveksi yang menyinggung kopi-kopian pada produknya.

4. Modifikasi Makanan dari Kopi
Bulan lalu, Pak Edi, senior saya di kantor pulang dari Jepang. Salah satu oleh-oleh yang dia bawa –selain kopi—adalah permen coklat yang isinya biji kopi. Permen ini mirip bola-bola coklat yang banyak dijual di minimarket. Tapi rasanya di Indonesia belum ada yang memproduksi makanan ringan ini. Rasa permen coklat isi biji ini unik dan buat saya enak meski bijinya memakai kopi robusta.

Selain itu, apalagi makanan yang bisa diolah dari kopi? Soal ini saya tidak terlalu mengerti. Tapi mungkin Anda yang senang bereksperimen dengan resep kue atau olahan makanan lainnya bisa mulai mencoba menggunakan kopi sebagai bahan dasar.

5. Ada Ide Lain?

Silakan tulis ide bisnis Anda di kolom komentar 🙂

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *