Smartphone menyediakan app untuk segala kebutuhan. Dari games yang jadi candu hingga app perbankan untuk mengecek sisa gaji yang baru kita terima dua hari lalu.

Banyak juga yang kurang penting seperti Places I’ve Pooped, sesuai namanya app itu membantu kita mengingat dan memamerkan di mana saja kita buang hajat. Untungnya app itu gratis, yang harus dibayar mungkin cuma harga diri kita. Mau? unduh versi iOS atau versi Android-nya

Masalah buang hajat, ada app yang rada penting, setidaknya menurut saya. Ini bisa membantu kita di bioskop saat kebelet untuk ke belakang. App ini akan menunjukkan kapan kita bisa meninggalkan bangku tanpa harus ketinggalan alur cerita film yang kita tonton. App yang paham bagian-bagian film yang tidak terlalu penting ini adalah Run Pee. Tersedia versi iOS dan Android.

App yang terkait dengan kopi juga banyak, dari yang membantu proses penyeduhan, pencarian cafe, dan lainnya.

Berikut ini beberapa yang pernah saya coba:

 

1. Beanhunter

Ini seperti app pencari pom bensin atau restoran terdekat, hanya saja Database app ini berisi kedai-kedai yang menyediakan kopi spesialti. Seperti juga app pencari lokasi, fitur yang sangat penting dari app ini adalah pilihan pengurutan berdasarkan kedekatan lokasi atau rating kedai.

Database Beanhunter dapat diperbaharui pengguna appnya, sehingga selalu up-to-date dan terpercaya.

App ini selalu saya gunakan saat coffee hopping di kota-kota yang saya kunjungi. Salah satu hasilnya saya rangkum dalam tulisan ini: Kedai Kopi Spesialti dari Jakarta hingga Hong Kong.

Unduh: Gratis | iOS | Android

 

2. Angels’ Cup Coffee

Angels’ Cup adalah kurator roasted bean berlangganan di Brooklyn, Amerika Serikat. Mereka membuat app Angels’ Cup Coffee untuk membantu pelanggan mencatat proses menyeduh dan notes yang dihasilkan. Lalu membandingkannya dengan cara dan notes yang dihasilkan QGrader pada kopi yang sama.

Yang menarik, hasil dari catatan tersebut bisa kita bagikan dalam bentuk infografis yang menarik ke media sosial. Pengguna app ini juga dapat menambahkan single origin di luar hasil kurasi Angel’s Cup, saya sendiri sudah menambahkan beberapa varian Malabar.

Menurut saya app ini sangat berguna untuk menentukan proses menyeduh yang sesuai dengan notes yang diinginkan. Dari catatan yang sudah kita lakukan tingal dibuat penyesuaian jika hasil seduhan tercatat tersebut kurang memuaskan.

Jujur saja, dibandingkan coffee journal Gordi yang sempat saya pamerkan di Instagram, app ini jauh lebih fungsional dan tentu saja paperless.

Unduh: Gratis | iOS | Android

 

3. Baristame

Sebagai penyeduh yang lemah dalam matematika, Bang Ijar Karim memperkenalkan app ini kepada saya. Tugas pengguna app hanya memasukkan berat bubuk kopi yang akan diseduh dan memilih alat seduh yang digunakan, selebihnya app akan memandu proses selanjutnya. Dari proses pemanasan air dan menentukan suhunya, waktu blooming, waktu dan gramasi akhir pouring, hingga favorit saya saat app tersebut berteriak: serve immediately!

Yang membingungkan, pada proses pour over Baristame akan meminta pengguna mengeset timbangan ke angka 0 (tare) sebelum memasukkan kopi ke filter. Artinya total hasil seduhan akan termasuk bubuk kopi dan air yang dituang. Artinya lagi, rasio yang dihasilkan tidak persis sama seperti rasio yang digunakan umumnya.

Setidaknya app ini membuat pengunanya tidak perlu mencongkak atau menggunakan kalkulator dan timer.

Unduh: Gratis, Pro Rp 12.000 | Android

 

4. Otten Coffee

Ayo belanja!

Unduh: Gratis | iOS | Android

 

 

 

 

 

Tambahkan app jagoan teman-teman di kolom komentar di bawah ini.

Join the Conversation

2 Comments

  1. Instagram. Karena proses meracik kopi sampai menikmatinya layak diabadikan (dan dipamer2kan) ?

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *