Dua kali saya gagal ikut #ngopidikebun. Pada #ngopidikebun kedua saya malah sudah sempat mendaftar dan membeli sendal gunung, tapi untuk alasan yang sangat kuat saya terpaksa batal ikut acara itu.

Saya sangat menyesal gagal ikut camping sambil pesta-pora kopi itu.

Penyesalan itu bertambah ketika teman-teman yang ikut #ngopidikebun mulai mem-posting foto-foto mereka di medsos. Foto dengan pemandangan indah yang mustahil dibuat setiap hari, foto mendaki kebun kopi yang sedang berbuah, juga foto-foto selfie berlatar kabut, seakan-akan mereka berada di Irlandia.

Kalo mau di-list, ini penyesalan-penyesalan saya:

 

1. Panen ke Kebun

Seumur hidup saya belum pernah memetik kopi, padahal hampir setiap hari saya menikmati kopi di kantor, di rumah, atau di kedai kopi. Saya iri melihat foto teman-teman di tengah kebun atau foto bareng dengan petani pemetik kopi. Untung Dave Grohl enggak ikut.

 

2. Fun Cupping

Saya pernah ikut cupping, proses icip-icip kopi yang dipandu seorang Q Grader. Dimulai dengan mencium aroma bubuk kopi dari berbagai jenis yang baru digiling, mencium aroma kopi yang sudah diseduh air panas, dan mencicipinya. Lalu membandingkan dan memilih yang sesuai dengan selera kita.

Kesenangannya pasti akan berkali-kali lipat jika dilakukan langsung di kebun kopi.

 

3. Melihat Proses Pasca-panen

Sampai saat ini, proses pasca-panen adalah bagian yang paling tidak saya pahami pada perjalanan kopi dari kebun ke cangkir. Inilah penyesalan terbesar saya karena gagal melihat langsung tahap ini.

 

4. Klinik Seduh Manual

Teman-teman #ngopidikantor kerap mengajari saya menyeduh kopi dengan alat seduh manual, bahkan saya sempat menyeduh pada #ngopidikantor beberapa kali. Tapi saya menyesal tidak dapat ikut langsung belajar nyeduh kopi dari para praktisinya di acara #ngopidikebun waktu itu.

 

5. Free Flow Kopi Spesialti

Pernahkah kamu menginginkan kopi, kapan pun, dan kopi selalu tersedia 24 jam? Room service hotel? Emang ada kopi spesialti? Kayaknya itu cuma ada di @ngopidikebun.

 

6. Kue Balok

Saya belum penah mencoba kue ini, tapi kalo melihat video dan foto-foto yang di-posting teman-teman, penampakan kue balok sangat menggiurkan. Bentuknya seperti kue pancong dan ada bagian setengah matang yang meleleh di dalamnya. Uniknya, dari cerita teman-teman, pembakaran kue ini bukan hanya dari bawah cetakan, tapi di tutup cetakannya juga diberi bara supaya kue balok matang merata, karena adonannya konon lebih kental ketimbang kue pancong.

Susah membayangkan kue yang tidak pernah saya temui di Jakarta ini, kata mereka topping-nya ada yang diberi keju tebal, cokelat (damn!), dan kismis. Dan gilanya, pada acara #ngopidikebun, kue balok dipanggang dan tersedia panas-panas sepanjang acara.

 

7. Makan-makan di Alam Terbuka

Seorang teman cerita, baru kali ini dia camping dengan makanan yang berlimpah. Bayangkan buffet breakfast, lunch, dan dinner di atas gunung. Menunya juga lengkap dan bervariasi. “Dijamin perut lo penuh terus,” Kata dia.

 

8. Kambing Guling

Saya tidak suka daging kambing. Tapi untuk banyak orang siapa yang bisa nolak bbq asli Indonesia ini.

 

9. Fasilitas Lengkap

Bayangkan ada toilet permanen dan bersih di ketinggian 1.600 mdpl dan tidak cuma satu katanya, jadi tidak perlu antre. Teman-teman yang sebelumnya belum pernah camping dan mengira berkemah akan bikin sengsara kaget dengan akomodasi yang mereka dapat: tempat tidur lipat dan kantung tidur tersedia untuk setiap peserta di dalam tenda besar. Kebayang nyamannya, walapupun suhu di luar mencapai 8 derajat Celcius.

Cerita lainnya adalah mereka tidak mengira untuk menuju tempat berkemah disediakan bus bagus ber-AC. Kejutan lainnya adalah goodie bag dibagikan saat acara selesai.

 

10. Foto-foto

Haha, apa yang lebih penting dari ini, selain nonton konser Foo Fighters!

 

Supaya tidak menyesal, ayo daftar #ngopidikebun3. Keterangan lengkap ada di sini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *