Kopi Memicu Kanker?

Jagat kopi tersengat oleh putusan hakim California, pekan lalu. Hakim memutuskan agar 90 persen perusahaan kopi di California memasang label kopi berpotensi menyebabkan kanker. Persis seperti di kemasan rokok.

Pesan peringatan untuk konsumen itu berisi informasi tentang zat kimia yang diketahui menyebabkan kanker. Zat itu adalah akrilamida yang antara lain terdapat dalam biji kopi yang dipanggang dan makanan yang dibakar.

Putusan itu jelas bukan april mop. Industri kopi dunia pun heboh. Bahkan American Cancer Society (ACS) kaget bukan main. Begitu pula International Agency for Research on Cancer (OARC), lembaga penelitian kanker yang berada di bawah WHO.

Bagaimana memahami putusan ini? Mari kita urutkan. Putusan itu merupakan vonis atas gugatan Council for Education Agency for Research Toxics (CEART) pada 2010. Ingat ya, 2010 atau 8 tahun lalu. Dasarnya adalah temuan Badan Makanan Nasional Swedia pada 2002 yang menyebut akrilamida ditemukan pada kentang goreng, keripik kentang, roti dan produk biji-bijian, termasuk kopi. Lembaga ini memperkuatnya dengan klasifikasi IARC pada 1991 yang menyebut kopi mungkin bersifat karsinogenik. Ada kata “mungkin” di situ. IARC merekomendasikan penelitian lebih lanjut.

Dalam sidang lanjutan kasus ini, penelitian lain pada 2012 ditambahkan sebagai bukti. FDA, lembaga keamanan pangan AS, pada tahun itu meneliti mencit yang terpapar akrilamida. Tikus atau mencit itu mengalami peningkatan risiko kanker. Jadi ada temuan 2002, klasifikasi pada 1991 dan penelitian 2012.

Pertanyaannya kenapa hakim tidak mempertimbangkan penelitian yang lebih baru? IARC, misalnya, sudah merevisi kategori kopi pada Juni 2016 dan menyimpulkan bahwa kopi tidak dapat diklasifikasikan sebagai penyebab kanker. Kadar akrilamida yang disuntikkan pada tikus percobaan ternyata juga berdosis 1.000 sampai 100 ribu kali lebih besar dari kadar akrilamida yang ditemukan pada menu makanan manusia.

Gambarannya begini, jika di secangkir kopi mengandung 0,45 mikrogram akrilamida (mikrogram itu = 1 gram dibagi sejuta), maka yang disuntikkan ke mencit sekitar 100 ribu kali itu atau setara Anda minum 100 ribu cangkir kopi. Jelas akan nggeblak Anda.

Ingat pula WHO juga mengeluarkan rekomendasi bahwa batas konsumsi akrilamida yang aman adalah 0,3-0,8 mikrogram/kilogram berat badan/hari. Jadi kalau berat badan anda 60 kilogram, maka Anda boleh mengkonsumsinya 60×0,3 atau 18 mikrogram. Sedangkan di secangkir kopi cuma mengandung 0,45 mikrogram.

Pertanyaan lain, pada temuan Badan Makanan Swedia 2002 disebutkan keripik kentang punya kadar akrilamida 5 kali lebih besar dari kopi. Kenapa sang hakim tidak memutuskan agar perusahaan yang memproduksi kentang olahan memasang label kanker juga? Silakan Anda berkesimpulan sendiri. Satu lagi bukankah putusan hakim hanya mengikat untuk California saja, tidak seluruh Amerika atau seluruh dunia.

Saya sendiri membaca berita itu sambil mengopi. Dan setelah memahami duduk soalnya, saya putuskan untuk menyeduh kembali kopi yang kedua. Enak. Dan seperti rekomendasi Mayo Clinic, aman mengkonsumsi kopi sampai 4-5 cangkir/hari. Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan.

Salam kopi nusantara

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *