Kecupan Manis Geisha di Festival Kopi Singapura

DUA Geisha menyambut kedatangan saya di Marina Bay Cruise Centre, Singapura, Ahad lalu. Saya menerima tawaran mereka. Yang pertama mengecap saya dengan hentakan rasa yang memenuhi mulut. Yang kedua; tidak kalah kuat. Meski agak tipis tapi menyisakan kenangan sesudahnya. “Mas Lendra, ini grup kopi,” tiba-tiba teringat Mas Ajibon menegur saya. “Bukan stensil.” Oya ding, Pembuka […]

Pajangan Mahal Bernama Brikka

Tulisan ini dibuat setelah saya frustasi berkali-kali gagal membuat kopi menggunakan moka pot. Padahal, alat pembuat kopi tradisional Italia ini termasuk piranti yang paling mudah digunakan. Tak perlu teknik khusus, tinggal giling kopi, tuang air, dan simpan di atas kompor yang menyala. Kopi pekat yang hampir menyamai espresso akan keluar dengan sendirinya. Rasa penasaran saya […]

Kopi Kok Digunting, Digiling Dong

Sudah menjadi rumus: yang didapat dengan instan akan cepat pergi. -anonim- Di dalam sebuah kamar hotel melati, Naomi (Marrisa Anita) menyodorkan secangkir kopi kepada Gia (Adinia Wirasti). “Mmm mm mm manis manis,” kata Gia sembari mengerutkan keningnya dan menyerahkan gelas yang baru ia sesap sedikit kepada Naomi. “Kopi di sini semua digulain,” kata Naomi sembari […]

Aeropress dan Espresso untuk Pasangan Kamu

URUSAN beli alat kopi bisa jadi “pelik” jika sudah berkeluarga. Setidaknya itu yang saya–sebagai lajang–tangkap dari kawan-kawan #ngopidikantor yang sudah berkeluarga. “Harus mengajukan proposal ke is3 dulu,” begitu kata Praga, salah seorang kawan yang wajahnya mirip Rio Dewanto, ketika sedang membahas apakah perlu membeli Bialeti Brikka. (Ini salah satu tulisan Praga) Kemudian, banyak cara kreatif […]

Mencari Jejak Kopi dari Lagu Patah Hati

KAWAN saya yang gondrong, bertampang dukun, tapi suka lagu cinta ujug-ujug berkata, “Lagu patah hati yang hebat itu dibuat oleh musisi yang pernah sakit hati.” Maksud kawan ini kurang lebih: pengalaman sejauh apa si musisi ini tersakiti akan menentukan kualitas musiknya. Kejam. Gara-gara omongannya ini, saya yang malam itu sedang melepas penat setelah tenggat mendadak […]

Dia yang Bertanya Kenang Rasa

Ketika datang ke kedai kopi yang menyediakan seduh manual (manual brew) bersama gebetan (atau kawan-kawan), jangan lupa tanyakan hal ini kepada si barista: “Apa notes kopi ini?” Niscaya, kekerenanmu di mata gebetan akan bertambah. Lalu setelah kalian berdua duduk dan (jika) si gebetan bertanya, “Apa sih notes itu?” Jangan buru-buru menjawab. Tunggu sampai kopi pesanan […]

Seduh Manual, Mulai dari Mana?

“Terima kasih kepada gerakan Gelombang Ketiga, ketergantungan saya terhadap kafein jadi terlihat seperti hobi keren.” — Anonim Seorang teman, belum lama ini bertanya kepada saya. “Kalau mau mulai belajar (menyeduh) kopi, harus mulai dari mana?” Dia tertarik menekuni kegiatan meracik kopi secara manual ala kaum gelombang ketiga. Untuk memudahkan teman saya memahami dunia perngopian, terutama seduh […]

Kopi Newbie

Dalam urusan menikmati kopi, juga menyeduh, saya terhitung newbie. Maklum, belum setahun saya menyukainya. Sebelumnya, selama puluhan tahun, sejak pertama belajar berhitung hingga kini umur hampir habis hitungan, saya “beriman” pada yang lain. Maka untuk mengejar “ketertinggalan”, saya yang baru dapat “hidayah” ini harus banyak belajar. Tapi namanya (menjelang) manula, mana mungkin si kaki ringkih […]