Sebelum membaca lebih lanjut, harap dimaklumi, kami tiarap selama pandemi Covid-19.

#ngopidikantor ada sejak kapan?
18 Mei 2015

#ngopidikantor itu sebetulnya apa?
Panjang ceritanya, baca aja tentang kami di sini.

Bagaimana cara mengundang #ngopidikantor?
Kirim permohonan ke Kak Neza melalui ngopidikantor@gmail.com

Betulan gratis?
Iya. Tapi pengundang diminta menyediakan kendaraan untuk antar-jemput peralatan, menyediakan meja panjang, air mineral galon, listrik, ngeprint poster dan leaflet, dan menyediakan tenaga helper.

Itu aja?
Kami juga menyediakan appreciation bucket bagi yang berkenan menyumbang untuk membantu keberlangsungan #ngopidikantor.

Jadi enggak gratis dong?
Appreciation bucket sama sekali enggak wajib.

Trus kalau gratis, biji kopi dan peralatannya dari mana?
Swadaya, lalu–jika ada–dari appreciation bucket. Beberapa roaster dan petani kopi juga kerap mendukung kami dengan menghibahkan bean mereka untuk diseduh.

Sudah pernah menyeduh di mana saja?
Yang tidak terlupakan di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi RI. Lalu ada beberapa kantor perbankan, asuransi, start-up, dan lainnya. Maunya akan mulai kami dokumetasikan ke dalam situs ini.

Untung bagi kalian apa?
Uhmmm… apa ya? Bagi kami, jika teman-teman bisa meninggalkan kopi sachet setelah icip-icip dan ngobrol sama kami aja sudah menyenangkan. Di luar itu jadi banyak teman dan pengalaman, juga bisa main ke kantor-kantor yang unik, keren, dan baru bagi kami. Gara-gara ini juga, tanpa diduga kami pernah keliling Kalimantan, diajak seorang petani kopi.

Biasanya ada batasan menyeduh untuk berapa orang?
Lebih banyak makin baik, tapi kira-kira 50-200 orang.

Berapa kru yang akan menyeduh?
Tidak tentu, biasanya 3-6 orang.

Waktunya?
Kami hanya bisa setiap Selasa, antara 12.00-16.00. Durasinya dua jam.

Yang disajikan apa?
Kopi spesialti Nusantara, biasanya satu atau dua single origin. Diseduh dengan alat seduh manual seperti V60, Kalita wave, Syphon, Chemex, French press, tubruk, mokapot dan lainnya.

Kenapa hanya kopi lokal?
Kenapa tidak, rasanya tidak kalah dengan single origin terkenal dari Brasil atau Ethiopia. Beberapa malah lebih kaya.

Katanya enggak boleh ditambah gula, memangnya enggak pahit?
Jika ditambah gula atau zat aditif lain, notes asli kopinya akan sulit dirasakan. Karena tujuan utamanya adalah menikmati dan mengapresiasi kopi spesialti single origin lokal. Kopi yang ditanam di daerah yang berbeda akan berbeda rasanya, belum lagi proses pascapanen dan roasting-nya. Semua akan berpengaruh pada notes kopi. Percaya atau tidak tanpa tambahan apa pun kopi yang kami seduh kadang akan terasa manis, fruity, asam, cokelat, dll.

Dari tadi kok nulis kopi spesialti, single origin, dan bean, itu maksudnya kopi kan?
Iya. Kopi spesialti itu bean yang sudah memenuhi beberapa syarat, seperti buah kopi yang dipetik sudah berwarna merah, jumlah bean cacatnya kurang dari 3%, dan mendapat cupping score 80-90.

Kalo single origin?
Bean atau biji kopi yang berasal dari satu kebun di daerah tertentu, jadi tidak dicampur dengan bean dari daerah lain. Dari situ kita dapat memetakan notes kopi dari tiap daerah. Selengkapnya silakan browsing 🙂 atau ngobrol dengan kami saat menyeduh di kantor kamu.

Ooo… nanti akan ada presentasi saat menyeduh?
Biasaya tidak, kita akan ngobrol santai tentang kopi. Kami akan menjelaskan kenapa kami hanya menyeduh Arabika, lalu tentang proses pascapanen bean yang kami seduh, dan sebagainya. Segala pertanyaan akan kami jawab sebisa mungkin sambil menyeduh.

Kenapa hanya Arabika?
Karena rasanyanya lebih kaya dan aromanya lebih harum ketimbang Robusta. Dan kopi spesialti pasti Arabika.

Apa beda Arabika dan Robusta?
Itu tadi, Arabika lebih harum dan rasanya enggak cuma pahit. Harga Arabika juga lebih mahal 2-3 kali lipat ketimbang Robusta.

Sekali lagi, kenapa enggak mau dibayar aja, sih?
Pertama kami bukan profesional di bidang kopi. Pengetahuan yang kami dapatkan diperoleh secara otodidak. Tidak ada satu pun kursus atau pendidikan formal perkopian yang pernah kami ikuti. Tapi kami sering mengaku belajar nyeduh dan pengetahuan soal kopi lainnya di UNYU, University of Youtube.

Ada alasan lain yang lebih meyakinkan?
Oke karena dipaaksa… Kami ingin menjaga semangat dan idealisme menyebarkan kebiasaan minum kopi spesialti asli Indonesia, bukan kopi sachet yang kandungan kopinya sangat minim. Dan jika sudah kenal uang kami khawatir akan menjadi (((agen kapitalis))), lalu melenceng dari cita-cita kami.

Gitu?
Kalo tujuannya cuma cari uang pasti enggak akan lucu lagi. Kayak orang kerja 😀

Udah, ah nanya melulu. Kapan ngundangnya?