KENAPA harus kopi Indonesia? Pertanyaan ini termasuk tiga teratas yang kerap ditanyakan kepada kami saat menerima undangan menyeduh di kantor.

Untuk menjawab pertanyaan ini, tim #ngopidikantor sudah punya template. “Karena kopi Indonesia tidak kalah enak dengan yang dari luar.” Atau agar seperti duta kopi Indonesia, kami akan menjawab “Kami ingin mengenalkan kekayaan rasa kopi Indonesia”

Boleh jadi jawaban itu terkesan mirip politikus. Tapi, sepanjang pengalaman selama ini, kami sepakat kopi Indonesia bisa sama dahsyat bahkan–beberapa jenis–lebih kaya rasa dari kopi luar Indonesia. Jadi jika sama-sama dahsyat, kenapa kita tidak bersepakat untuk mengenalkan dan mencicipi kopi dalam negeri.

Lebih spesial lagi, #ngopidikantor sebisa mungkin hanya menyajikan kopi spesialti.

Seperti apa kopi spesialti? Undang #ngopidikantor ke tempat kerja kawan-kawan, nanti akan kami ceritakan dan seduhkan kopi spesialti. Caranya cukup kirim email ke ke ngopidikantor@gmail.com.

Berapa biaya mengundang #ngopidikantor? Ini pertanyaan berikutnya. Jawabnya: gratis. Kawan-kawan cukup menyediakan mobil antar jemput, galon air, colokan listrik, plus petugas kebersihan. Sebagai catatan: Kami tidak menyeduh untuk bazar. Sesuai namanya, seduhan kami adalah jeda saat kawan-kawan bekerja di kantor.

Tentang para inisiator #ngopidikantor bisa dibaca di sini.

Debut #ngopidikantor pada 18 Mei 2015 di kantor PT Tempo Inti Media, tempat para pendiri bekerja sehari-hari. Lalu banyak kantor mulai mengundang untuk menyeduh di tempat mereka. Sebut saja Kedutaan Besar Amerika, Balai Kota DKI Jakarta, dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Malang melintang dari satu kantor ke kantor lain, kami mendapat undangan tak terduga dari perkebunan kopi PT Sinar Mayang Lestari. Mereka mengajak kami untuk berkemah di kebun mereka, Pengalengan, Jawa Barat yang ada di ketinggian 1.600 mdpl.

Pada tahun itu akhirnya dua kali kami berkemah di sana. Acaranya “menghambur-hamburkan” kopi untuk diseduh dengan pelbagai cara (mumpung di kebun kopi), cupping alias menilai kopi ala-ala QGrader, melihat panen, dan proses pascapanen. Acara semakin lengkap karena ditemani kue balok yang tak henti-henti dimasak dan kambing guling.

Acara berkemah di kebun kopi itu kami labeli dengan #ngopidikebun. Dari sinilah para alumnus #ngopidikebun ikut menjadi bagian #ngopidikantor. Sekte ini pun berkembang. Inilah kami #ngopidikantor, menyajikan seduhan sederhana untuk momen spesial di kantor.